Ini Penampakan Uang rupiah terbaru.





JAKARTA, (PR).- Senin 19 Desember 2016 ini, Bank Indonesia meluncurkan satu seriuang rupiah baru Tahun Emisi (TE) 2016 yang terdiri dari 7 pecahan uang kertas dan 4 pecahan uang logam bergambar pahlawan. Peluncuran uang baru ini dihadiri oleh Presiden Joko Widodo dan Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo dalam sebuah acara di Jakarta yang dihadiri keluarga para pahlawan yang diabadikan dalam uang-uang baru itu.
Pecahan-pecahan baru rupiah adalah dalam nilai nominal Rp 100.000, Rp 50.0000, Rp 20.000, Rp 10.000, Rp 5.000, Rp 2.000, dan Rp 1.000, sedangkan untuk uang logam adalah pecahan Rp 1.000, Rp 500, Rp 200, dan Rp 100. Peluncuran uang baru itu juga memiliki banyak makna.
Berikut adalah gambar pahlawan di uang baru itu:
  • Rp 100.000 bergambar Presiden Pertama RI Soekarno dan Wakil Presiden RI Mohammad Hatta
  • Rp 50.000 bergambar Djuanda Kartawidjaja
  • Rp 20.000 bergambar Sam Ratulangi 
  • Rp 10.000 bergambar Frans Kaisepo 
  • Rp 5.000 bergambar KH Idham Chalid 
  • Rp 2.000 bergambar Mohammad Hoesni Thamrin 
  • Rp 1.000 bergambar Tjut Meutia 
  • Rp 1.000 bergambar I Gusti Ketut Pudja (uang logam)
  • Rp 500 bergambar TB Simatupang (uang logam)
  • Rp 200 bergambar Tjiptomangunkusumo (uang logam)
  • Rp 100 bergambar Herman Johannes (uang logam)

Tampak depan :




Tampak belakang :






Pertanyaan :
Asslam 'Alaikum Warahmatullah Wabarakatuhu . . .
Ustad saya bermaksud menceraikan istri saya karena istri saya selalu menolak untuk dibawa ke tmpat saya bekerja dengan alasan jauh dengan keluarga dia sedang kami sudah punya anak 3. mohon penjelasan ustad sesui syariat islam.
Sudono
_______________________________
Wa'alaikum Salam Warahmatullah Wabarakatuhu . . .
Saudara penanya yang dirahmati Allah… semoga Allah melimpahkan kesabaran kepada Anda dan keluarga, menjadikan rumah tangga Anda sebagai Baiti Jannati.
Sebagai suami, Anda berhak mengatur kehidupan keluarga Anda dengan keputusan-keputusan yang tidak melanggar syariat. Dan bagi orang ada di bawah tanggungjawab Anda (istri dan anak) wajib taat kepada keputusan Anda tersebut. Terkhusus bagi istri, dia wajib taat kepada suami dalam perkara yang ma'ruf (baik), yang berkaitan dengan agama ataupun kehidupan harian. Selama itu tidak melanggar aturan Allah, maka istri wajib taat terhadap suami. Dalam sebuah hadits shahih disebutkan, "Sebaik-baik istrimu adalah istri yang apabila engkau memandangnya membuatmu tertarik, jika engkau memerintahkannya ia taat kepadamu, dan jika engkau tidak ada di rumah ia menjagamu dalam dirinya dan hartamu." Kemudian Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam membaca ayat, "Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. . ." (QS. Al-Nisa': 34)
Dan dalam problem Anda, maka istri Anda harus diberitahu tentang kedudukannya dalam keluarga, bahwa suaminya adalah pemimpin baginya yang wajib ditaati olehnya. Ia wajib taat kepada Anda dalam memutuskan tempat tinggal karena ini merupakan wilayah di mana Anda memiliki keputusan. Hanya saja sikap bijak dengan mengajak musyawarah dan memahamkan kepada mereka harus pula dilakukan.
Bagi wanita, setelah ia berkeluarga maka suaminya lebih wajib ditaati daripada ibu dan bapaknya sendiri. Suami wajib membimbing dan mengarahkan istrinya untuk taat kepada Allah Ta'ala sebagaimana ia berkewajiban memenuhi nafkah mereka berupa sandang (pakaian), pangan (makan dan minum) dan papan (tempat tinggal). Untuk sempurnanya tugas dan kewajiban ini, hendaknya suami berada pada satu wilayah yang ia bisa menegakkan kepemimpinannya. Di antaranya memiliki/tinggal di rumah sendiri. Sedangkan kalau tinggal bersama mertua, maka bisa jadi ia tidak bisa menjalankan tugas qawamah (kepemimpinan) tersebut dengan baik. Apalagi kalau orang tua intervensi dalam keluarga, maka ini adalah kondisi yang tidak bisa dibenarkan. Oleh sebab itu, keputusan untuk membawa istri dan anak-anak Anda ke tempat kerja Anda sekarang –jika tidak ada kekhawatiran akan rusak agama dan akhlah mereka- adalah tindakan benar. Dan seharusnya istri Anda dan orang tuanya dengan legowo melepasnya dengan terus didoakan agar Allah menjaga mereka.
Dan jika terjadi, seorang istri tidak mau taat kepada suami (membangkang perintah dan keputusannya yang ma'ruf) maka tindakan pelurusan haruslah dilakukan. Suami tidak boleh terburu-buru untuk menggunakan hak talaknya. Apalagi Anda sudah memiliki tiga putera yang pastinya perceraian akan berdampak dalam kehidupan mereka.
Di antara tuntunan Islam dalam menyikapi istri yang membangkang (nusyuz) kepada suami terdapat dalam firman Allah Ta'ala:
وَاللَّاتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلَا تَبْغُوا عَلَيْهِنَّ سَبِيلًا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلِيًّا كَبِيرًا
"Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasihatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka menaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar." (QS. Al-Nisa': 34)
Wanita yang sudah membangkang kepada suami dengan tidak mau mentaatai perintahnya dan membuatnya marah, maka ia harus dinasihati dan ditakuti-takuti akan siksa Allah dalam pembangkangannya (maksiat) tersebut. Allah telah menetapkan kewajiban atas istri untuk taat kepada suaminya dan mengharamkan sikap durhaka kepadanya.  Allah juga telah menetapkan kewajiban padanya untuk mencari keridhaan suaminya dan menjauhi kebenciannya, serta tidak enggan melayani suaminya kapan saja ia mau.
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Jika aku boleh memerintahkan seseorang untuk bersujud kepada orang, pasti aku perinthakan seorang istri untuk taat kepada suaminya, karena besarnya hak yang dimiliki suami atasnya." (HR. al-Tirmidzi dan Ahmad)
Diriwayatkan dari Abdurrahman bin 'Auf, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "JIka wanita menjalankan shalat lima waktu, berpuasa sebulan penuh, menjaga kemaluannya, dan taat kepada suminya maka dikatakan kepadanya; Masuklah surga dari pintu mana saja yang engkau mau." (HR. Al-Tirmidzi dan Ahmad)
Dalam hadits lain, Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Siapa wanita yang meninggal dunia sementara suaminya ridha kepadanya maka ia pasti masuk surga." (HR. Al-Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Beliau Shallallahu 'Alaihi Wasallam pernah berkata kepada Bibi Husain bin Mihshan, "Perhatikan penialiannya terhadapmu sesungguhnya ia (suamimu) adalah surga dan nerakamu." (Hadits Hasan riwayat Ahmad)
Dalam riwayat Bukhari dan Muslim disebutkan, "Siapa wanita (istri) yang dipanggil suaminya ke ranjangnya (untuk melayaninya) tapi ia menolak, maka Malaikat melaknat istri tersebut sampai pagi."
Jika sudah dinasihati namun ia tetap tidak sadar, maka "dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka" yang menurut Ibnu Abbas: Masih satu ranjang tapi dipunggungi, tidak digauli, dan tidak diajak bicara. Sementara menurut yang lain, tidak satu ranjang dengannya tapi masih satu kamar. Jika wanita normal, pasti ia tersiksa dengan itu.
Jika tetap tidak mau sadar, maka " pukullah mereka " yaitu pukulan di selain wajah dan tidak melukai dan tidak membuat cacat, seperti memukul dengan telapak tangan dan semisalnya. Jika tetap tidak mau sadar, maka ambil perwakilan dari keluarga besar istri dan satu perwakilan dari keluarga besar suami untuk berembuk dan menyadarkan. Jika tidak juga, barulah proses cerai dilakukan.
Semoga Allah tetap menjaga keluarga Anda, menyatukan hati Anda berdua dan melunakkan masing-masing untuk tunduk kepada ketetapan Islam dalam aturan hak dan tanggungjawab dalam keluarga. Semoga bermanfaat,



sumber: www.voa-islam.com





Wanita adalah makhluk misterius yang pandai menyimpan perasaannya, hal inilah yang paling banyak membuat para pria menjadi galau. Pada umumnya pria akan kesulitan untuk memutuskan penilaian, apakah seorang wanita mencintainya atau tidak. Ada cara untuk mengetahui apakah seorang wanita mencintai Pria, dengan cara melihat bahasa tubuhnya, cara dia berbicara, dan apapun bahkan ketika dia tidak bersama Anda.

Jika Anda masih dalam suasana hubungan yang baru, dan Anda masih tidak tahu bagaimana menafsirkan sinyal dari teman wanita Anda, berikut adalah sepuluh tanda-tanda dia mencintai Anda :

-Senyumannya

Wanita suka tersenyum pada pria yang mereka sukai. Iindikasi positif nya jika dia tersenyum ketika melihat Anda berjalan ke kamar,  atau ketika Anda berbicara dengannya. Dia akan tertawa dengan lelucon Anda, atau melirikkan matanya walau  mulutnya tidak tersenyum. Saat berada ditengah banyak orang, Anda melihat bagaimana perubahan pada wajahnya ketika melihat. Dia akan mengirimkan sedikit senyum kepada Anda, sebelum ia kembali melakukan percakapan dengan orang-orang.

-Kontak Mata

menurut penelitian sosial, Mata memberikan sinyal menggoda yang paling penting, khususnya pada saat awal-awal  pertemuan. Ketika seorang wanita mengarahkan pandangannya ke Anda, maka dia sengaja akan mengirimkan sinyal yang menarik. Pada saat yang sama, ia bisa menatap  mata Anda dan dengan cepat berpaling, dengan tersenyum, tatapan yang menyenangkan, dan seolah mengundang Anda untuk mendekatinya. Seorang wanita yang tertarik pada Anda biasanya akan mengadakan kontak mata dengan Anda selama satu atau dua detik lebih lama, daripada yang biasa Anda terima umumnya.

-Dia mendekatkan tubuhnya lebih dekat dengan Anda

Ketika seorang wanita mulai mendekati Anda lebih dekat dari yang biasa dilakukan oleh wanita umumnya,  maka pasti ia berminat dan  menyukai Anda, atau ingin mengenal Anda lebih banyak. Perhatikan isyarat sikap lainnya yang menunjukkan minatnya terhadap Anda.

Anda melihat ada perubahan dalam penampilannya

Ketika seorang wanita sedang jatuh cinta, ia akan terlihat makeover secara  mendadak. Makeup-nya, gaya rambut, pakaian dan aksesoris lain akan berubah karena dia akan mencoba untuk melakukan apa pun agar Anda terkesan.

-Dia menunjukkan perhatian yang tulus untuk Anda

Ketika seorang wanita sedang jatuh cinta, dia akan selalu khawatir dengan Anda dan tidak akan bisa jauh jika dia melihat Anda sedang mengalami masalah. Dia akan membiarkan Anda tahu, bahwa dia ada di sana untuk Anda jika Anda membutuhkannya. Dan dia akan sangat prihatin dan tertarik pada masalah yang sedang Anda alami.

-Dia menunjukkan Anda ke keluarga dan teman-teman

Seorang wanita yang benar-benar mencintai seorang pria, maka ia akan sangat bangga  dan tidak sabar untuk menunjukkan Anda ke teman-teman dan keluarganya. Dia akan terus-menerus berbicara tentang Anda dengan orang lain disekitarnya, dan juga akan sangat tertarik dan ingin tahu orang tua dan teman-teman Anda.

-Dia mau berkorban untuk Anda

Tanda lain bahwa seorang wanita benar-benar mencintai Anda adalah ketika dia membutuhkan waktu untuk bersama Anda, dan ia akan melakukan hal-hal yang Anda sukai. Sangat mudah baginya untuk melakukan hal-hal yang Anda sukai, tetapi jika Anda sudah melihat bahwa dia suka melakukan kegiatan-kegiatan normal bersama Anda, ini merupakan indikasi bahwa dia peduli banyak dengan Anda.

-Dia berbicara tentang masa depan dengan Anda

Seorang wanita yang sedang jatuh cinta akan berbicara dengan sangat bersemangat tentang masa depan, membuat rencana,  dan bercerita tentang hal-hal yang ingin dia lakukan berdua bersama Anda. Dia akan membuat petunjuk halus, sambil membayangkan membangun masa depan dengan Anda.

-Melakukan hal yang tak terduga

Dia melakukan hal-hal yang tak terduga yang menyenangkan untuk mengejutkan Anda.
Ini adalah kebiasaan umum wanita yang suka wanita lakukan kepada orang-orang yang ia pedulikan. Jika dia mulai melakukan hal-hal tak terduga, seperti muncul di tempat kerja Anda mengajak makan siang, memberi Anda hadiah yang berkesan, membantu Anda mengangkat jemuran Anda, maka dia sangat mungkin jatuh cinta dengan Anda .

-Dia sering menyentuh Anda

Seorang wanita yang jatuh cinta akan menikmati secara fisik dekat dengan orang yang dia sukai, sehingga Anda bisa menebak perasaannya terhadap Anda. Dia akan sering menyentuh Anda, bmeletakkan tangannya di lengan Anda, memijat punggung Anda ketika Anda bersama-sama,  dan dia bahkan mungkin merasa merinding saat dia di dekat Anda.

-Fokus dia kepada Pria hanya kepada Anda satu-satunya

Jika dia jatuh cinta dengan Anda, dia tidak akan terganggu dengan orang lain, karena sekarang ia sedang memfokuskan perhatiannya kepada Anda.

-Dia ingin berada di dekat Anda sebanyak mungkin

Seorang wanita yang jatuh cinta tidak akan berpikir dua kali untuk meninggalkan jadwal sibuknya demi Anda. Dia tak akan segan menunda janji nya, terlambat untuk pertemuan, dan bahkan melewatkan kuliah demi untuk menghabiskan banyak waktu dengan Anda.

-Dia ingin tahu tentang Anda secara rinci

Seorang wanita yang jatuh cinta akan menunjukkan banyak minat untuk mengetahui kehidupan seorang pria. Jadi jika ia mulai menjadi sangat penasaran, tulus dan sangat mendalam tertarik tarhadap setiap aspek kehidupan Anda, bertanya tentang hari Anda, ingin tahu segala sesuatu tentang masa kecil Anda, keluarga Anda, dan hal-hal baru yang terjadi dalam hidup Anda , itu adalah indikasi yang sangat kuat bahwa dia memang mencintai Anda .





Taat Kepada Suami Harus Didahulukan Daripada Taat Orang Tua

Oleh: Badrul Tamam
Al-Hamdulillah, segala puji milik Allah, Rabb semesta alam. Shalawat dan salam semoga terlimpah untuk Rasulillah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, keluarga dan para sahabatnya.
Al-Qur'an dan sunnah menerangkan, suami memiliki hak yang sangat besar atas istrinya. Istri harus taat kepada suaminya, melayani dengan baik, dan mendahulukan ketaatan kepadanya daripada kepada orang tua dan saudara-saudara kandungnya sendiri. Bahkan suami menjadi surga dan nerakanya.
Allah Ta'ala berfirman,
الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاءِ بِمَا فَضَّلَ اللَّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنْفَقُوا مِنْ أَمْوَالِهِم
"Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka." (QS. Al-Nisa': 34)
Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda,
لَا يَحِلُّ لِلْمَرْأَةِ أَنْ تَصُومَ وَزَوْجُهَا شَاهِدٌ إِلَّا بِإِذْنِهِ وَلَا تَأْذَنَ فِي بَيْتِهِ إِلَّا بِإِذْنِهِ وَمَا أَنْفَقَتْ مِنْ نَفَقَةٍ عَنْ غَيْرِ أَمْرِهِ فَإِنَّهُ يُؤَدَّى إِلَيْهِ شَطْرُهُ
"Tidak boleh (haram) bagi wanita untuk berpuasa sementara suaminya ada di sisinya kecuali dengan izinnya. Istri juga tidak boleh memasukkan orang ke dalam rumahnya kecuali dengan izin suaminya. Dan harta yang ia nafkahkan bukan dengan perintahnya, maka setengah pahalanya diberikan untuk suaminya." (HR. Al-Bukhari)
Ibnu Hibban meriwayatkan hadits dari Abu Hurairah Radhiyallahu 'Anhu, ia berkata: Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda, "Apabila wanita menunaikan shalat lima waktu, puasa sebulan (Ramadhan), menjaga kemaluannya, dan mentaati suaminya; maka disampaikan kepadanya: masuklah surga dari pintu mana saja yang kamu mau." (Dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al-Jami', no. 660)
Ibnu Majah juga meriwayatkan hadits yang dari Abdullah bin Abi Aufa, ia berkata: Saat Mu'adz tiba dari Syam, ia bersujud kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam. Beliau berkata: "Apa ini wahai Mu'adz?"
Mu'adz menjawab, "Aku telah datang ke Syam, aku temui mereka bersujud kepada para pemimpin dan penguasa mereka. Lalu aku berniat dalam hatiku melakukan itu kepada Anda."
Kemudian Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam bersabda: "Jangan lakukan itu, kalau saja aku (boleh) memerintahkan seseorang bersujud kepada selain Allah, pastilah aku perintahkan wanita bersujud kepada suaminya. Demi Dzat yang jiwa Muhammad di tangan-Nya, tidaklah seorang istri disebut telah menunaikan hak Rabb-nya sehingga ia menunaikan hak suaminya. Kalau saja suami memintanya untuk melayaninya sementara ia berada di atas pelana unta, maka hal itu tidak boleh menghalanginya." (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam Shahih Ibni Majah)
Maknanya: hadits tersebut memerintahkan kepada para istri untuk mentaati dan siap melayani suaminya. Tidak boleh ia menolak ajakan suami walau ia sudah siap melakukan perjalanan, yakni sudah berada di atas pelana untanya, maka hal ini lebih ditekankan saat ia berada dalam keadaan selain itu.
Diriwayatkan dari al-Husain bin Mihshan, bahwa bibinya pernah datang kepada Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam karena satu keperluan. Saat sudah selesai, Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam bertanya kepadanya, "apakah kamu punya suami?"
Ia menjawab, "Ya."
Beliau bertanya lagi, "Bagaimana sikapmu terhadapnya?"
Ia menjawab, "Aku tidak kurangi hak-nya kecuali apa yang aku tidak mampu."
Beliau bersabda, "Perhatikan sikapmu terhadapnya, karena ia surga dan nerakamu." (HR. Ahmad dan Al-Hakim, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih al;Targhib wa al-Tarhib, no. 1933)
Maksudnya, suamimu itu adalah sebab kamu bisa masuk surga jika kamu tunaikan hak-nya. Dan suamimu itu menjadi sebab kamu masuk neraka jika kamu lalaikan hal itu.
. . . suamimu itu adalah sebab kamu bisa masuk surga jika kamu tunaikan hak-nya. Dan suamimu itu menjadi sebab kamu masuk neraka jika kamu lalaikan hal itu. . .
Taat Suami VS Taat Orang Tua
Sering terjadi kasus, orang tua wanita –baik bapak atau ibunya- menuntut kepadanya untuk melakukan sesuatu yang berseberangan dengan tuntutan suami. Hal ini sering menjadi dilema dan masalah berat bagi sebagian wanita. Pada saat seperti ini, mana yang harus lebih didahulukan oleh wanita muslimah?
Apabila ketaatakan kepada suami berseberangan dengan ketaatan kepada orang tua, maka bagi seorang wanita (istri) muslimah wajib mendahulukan ketaatan kepada suaminya. Imam Ahmad rahimahullah berkata tentang wanita yang memiliki suami dan seorang ibu yang sedang sakit: Ketaatan kepada suaminya lebih wajib atas dirinya daripada mengurusi ibunya, kecuali jika suaminya mengizinkannya." (Syarh Muntaha al-Iradat: 3/47)
Di dalam kitab al-Inshaf (8/362), "Seorang wanita tidak boleh mentaati kedua orang tuanya untuk berpisah dengan suaminya, tidak pula mengunjunginya dan semisalnya. Bahkan ketaatan kepada suaminya lebih wajib."
. . . Apabila ketaatakan kepada suami berseberangan dengan ketaatan kepada orang tua, maka bagi seorang wanita (istri) muslimah wajib mendahulukan ketaatan kepada suaminya. . .
Terdapat satu hadits dari Nabi Shallallahu 'Alaihi Wasallam –menurut sebagian ulama statusnya hasan- yang meguatkan hal ini, dari 'Aisyah Radhiyallahu 'Anha, berkata: Aku pernah bertanya kepada Rasulullah Shallallahu 'Alaihi Wasallam, "Siapakah wanita paling besar haknya atas wanita?" Beliau menjawab: "Suaminya."
Aku bertanya lagi, "Lalu siapa manusia yang paling besar haknya atas laki-laki?" Beliau menjawab, "ibunya." (HR. al-Hakim, namun hadits ini didhaifkan oleh Al-Albani dalam Dhaif al-Targhib wa al-Tarhib, no. 1212, beliau mengingkari penghasanan hadits tersebut oleh al-Mundziri)
Dengan demikian maka, bagi wanita haruslah lebih mendahulukan ketaatan kepada suami daripada ketaatan kepada kedua orang tuanya. Namun jika keduanya bisa ditunaikan secara sempurna dengan izin suaminya, maka itu yang lebih baik. Wallahu Ta'ala A'lam.





sumber : www.voa-islam.com


 “Aku seneng deh, ternyata suamiku suka banget sama nasi goreng buatanku, padahal kau tahu khan kalau aku paling ga bisa dan ga suka masak!”
 “Ah..aku sih sudah ga perhatiin lagi, suamiku suka atau ga dengan masakanku, yang jelas tiap hari aku masak dan dia makan”
 “Ya…aku kemarin juga terpaksa, abis si mbak pulkam dan tempat makan banyak yang libur lebaran. Eh….kata suamiku nasgorku enak. Hahahaha…..”
Hm…..kehidupan suami istri memang selalu complex dan tidak pernah habis untuk dibicarakan
Ada suami yang cuma sekali sekali dimasakin sama istri, hanya sederhana seperti nasi goreng (di atas) misalnya – itupun dengan pakai bumbu instant pula, sudah senangnya luar biasa dan memberikan great compliment (pujian) atas hasil karya sang istri. Tapi tak sedikit juga suami yang mungkin saking biasanya makan masakan istri, boro-boro pujian, mengatakan “masakan kamu enak, sayang!” – itupun hampir tak pernah terucapkan. Dan benar kata teman diatas, yang jelas dia makan, dan selalu nambah. Berarti…….apa donk? – Menurut saya, itu adalah pujian yang tak terucapkan
Saya punya teman lain yang sudah menikah sekitar 16 tahun lebih (kalau saya tidak salah hitung, hehehe), si suami hobby makan, itu terlihat jelas dari postur tubuhnya, apalagi kalau kita sedang ngobrolin soal makanan, semangat banget dia.
Suaminya bilang, keluarganya makan di luar paling cuma seminggu sekali, pas week end, untuk coba tempat-tempat makan baru. Kalau ada menu yang enak, dia tahu persis, istrinya akan coba buat sendiri di rumah, dan, ya…walaupun tidak 100% sama, tapi lumayanlah mirip dan bisa dimakan, kata dia. Secara tidak langsung dia bangga dengan istrinya (bilangnya ga di depan si istri loh) yang memang suka masak, jadi dia ga pernah komplen soal masakan istrinya dan dia enjoy saja dengan setiap menu yang disajikan. “Lebih sehat dan nikmat makan masakan istri”, tambahnya. Duh ileehh…! Betapa senangnya sang istri kalau dia dengar ini.
Soal masak memasak, sepertinya memang tidak bisa lepas dari tanggung jawab yang harus dilakukan oleh seorang wanita (pada umumnya, maksud saya), terlepas dari suka atau tidak, bisa masak atau tidak, adalah sudah merupakan naluri seorang ibu/istri untuk menyediakan makanan yang menyehatkan buat keluarganya. Selalu ada cinta yang menyertai setiap menu yang disajikan.
Seorang ibu menasehati anak laki-lakinya yang baru menikah, “jangan pernah membandingkan masakan istrimu dengan masakan ibu, apalagi menghinanya karena kurang enak”. Di sini, saya hanya ingin menggelitik hati para suami (maaf ya!), untuk bisa sedikit menghargai usaha dan perjuangan sang istri yang ingin memberikan yang terbaik soal urusan ‘meja makan’ ini. Bayangkan, betapa sedih hatinya ketika dia sudah masak sehari penuh, tahu-tahu sang suami minta dibikinkan telur ceplok dan makan dengan kecap manis saja. Mubasir sudah semua menu yang tersedia di atas meja. Ini pernah dialami sahabat saya sendiri dan sejak saat itu dia tidak mau lagi belajar masak. “Sakit hati”, katanya.
Percaya deh, tidak ada ibu yang sengaja masak makanan yang tidak enak, terlalu hambar, terlalu asin, terlalu manis, atau mungkin terlalu pedas, ketika dia tahu suami dan anak-anaknya tidak suka pedas. Dia pasti akan selalu menyiapkan makanan yang menjadi kesukaan keluarganya. Pernahkah kita berpikir tentang ketulusan hati seorang ibu? Dia hampir tidak pernah mengeluh atau jera karena tangannya tergores pisau, melepuh kena minyak atau penggorengan panas. Semua itu seakan sirna ketika dia melihat suami dan anak-anaknya menyantap masakannya dengan lahap, walaupun tanpa ada ucapan terimakasih, setelah itu. Melihat mereka makan dengan nikmat saja sudah merupakan kebanggaan tersendiri bagi seorang istri/ibu
Saya harus bersyukur karena suamiku selalu menikmati makan di rumah, apapun lauknya. Kadang masakanku kurang asin atau dagingnya masih alot, dia cuma bilang,”Ini akan lebih enak kalau dagingnya lebih empuk” — hm….makin semangat aku jadinya untuk mencoba lagi, untuk lebih baik. (I thank him always for his continuous support- He is really my good soulmate)
Ada yang mengatakan,”Seorang wanita tidak membutuhkan pujian atas kecerdasannya (loh padahal wanita paling senang di puji khan?- red), tapi wanita akan merasa bangga ketika suaminya menghargai setiap usaha yang dia lakukan untuk membuat suami dan anak-anaknya bahagia”
Seorang Rasul Tuhan menganjurkan agar para wanita mengasihi suami dan anak-anaknya, hidup bijaksana dan suci, rajin mengatur rumah tangganya, baik hati dan taat kepada suaminya…. Raja Sulaimanpun berkata bahwa perempuan yang bijak mendirikan rumahnya, tetapi yang bodoh meruntuhkannya dengan tangannya sendiri.
Dan …. Saya pikir benar juga kata pepatah kuno,“Cinta suami datangnya dari perut (masakan)”. Itu sebabnya, bagi para Ibu, jangan pernah patah arang untuk terus belajar dan mencoba yang terbaik buat keluarga yang sudah Tuhan percayakan pada kita. Ada atau tidak adanya pujian, Tuhan tetap melihat setiap usaha yang kita lakukan dan ….. satu kali nanti kita akan memetik buahnya. —- Percaya deh!

SUMBER : www.lilikharwani.wordpress.com

Alasan Kenapa Pasangan yang Sering Bertengkar Bakal Langgeng



Banyak orang yang menganggap pertengkaran itu bakal meretakkan hubungan. Padahal, pertengkaran bisa menjadi bumbu yang bakal bikin pasangan tambah melekat. Kenapa? Ini dia alasannya. 

1. Karena pertengkaran dan adu argumentasi bikin kamu terus berkomunikasi dengan pasanganmu. Dengan terus berkomunikasi, lama kelamaan kamu dan pasangan akan menyadari kesalahan masing-masing dan bakal rujuk kembali dalam sekejap. 

2. Ketika kamu marah sama dia, artinya kamu perhatian dan ingin dia menjadi orang yang lebih baik. 

3. Dengan adanya pertengkaran, hubunganmu dengannya menjadi hidup. Hidup, artinya cinta kalian akan terus tumbuh. 

4. Pertengkaran bisa menjadi pelajaran buat kalian berdua. Sehingga hubungan kalian menjadi lebih baik lagi. 

5. Ketika kamu bertengkar, kamu enggak berpura-pura menjadi orang lain. Kamu akan mengatakan semua yang kamu rasakan; segala ketidaknyamanan, kegundahan, dan kekesalan. Artinya, kamu dan dia menjadi diri sendiri. 

6. Bertengkar bukan tanda kalian enggak tahan menjalani hidup bersama. Justru tandanya kalian bisa menanggulangi masalah yang kalian hadapi. Dan kalian benar-benar menghadapinya bersama-sama. 

7. Ketika kamu marah, artinya kamu sedang mempertahankan sesuatu. Hubungan. Dan juga dia. 

Nah, itu dia alasannya kenapa pasangan yang sering bertengkar bakal langgeng hubungannya. Jadi, kalau kamu banyak bertengkar dengan pasangan, jangan langsung bilang putus! Soalnya pasti di antara kalian masih ada cinta. 

Ketika Perjuangan Cinta Gak Dihargai, Cowok Juga Bisa Lelah !



Adalah hal yang wajar jika seorang cowok berjuang mati-matian untuk cewek yang sangat ia cintai. Karena pada hakikatnya, cowok adalah sang pemburu cinta. Menaklukkan hati cewek adalah hal yang paling menantang, berjuang melawan ego bahkan harga diri. Namun semua itu akan terbayar lunas ketika perjuangannya berbalas dengan cinta. Happy ending bukan? Tapi bagaimana jika perjuangan sang cowok sia-sia? Masihkah ia akan berusaha?

Memang benar setiap orang berhak untuk menerima pun menolak cinta yang datang. Karena cinta tidak bisa dipaksakan. Akan tetapi, pada dasarnya cewek senang diperjuangkan. Meskipun pada awalnya rasa itu tidak pernah ada, tak jarang cewek luluh dengan perjuangan si cowok. Yang jadi permasalahannya adalah, sampai kapan kah perjuangan cowok itu mampu membuat hatimu luluh wahai para cewek? Tidakkah kalian sadar bahwa cowok adalah makhluk logika yang juga punya batasan, lalu bagaimana jika perjuangannya tidak dihargai atau bahkan tidak dianggap sama sekali? Masihkah dia akan berjuang?

Ada beberapa pertimbangan logis yang membuat cowok memutuskan untuk berhenti memperjuangkanmu.

1. Jadi HERO tapi hanya pada saat butuh saja




Terkadang menjadi seseorang yang sedang diperjuangkan membuat cewek terlalu bertindak sesuka hati, berpikir bahwa “Dia kan cinta sama gw, pasti maulah bantuin gw!” Hei girls, mungkin benar dia cinta sama kamu, akan selalu berusaha ada saat kamu butuh. Tapi cowok juga punya perasaan, jika kamu hanya mencarinya saat kamu butuh saja, kamu yakin dia gak akan lelah? Percayalah, saat seseorang melakukan segalanya karena cinta, dia juga akan sadar ketika diperlakukan tanpa cinta.

2. Beli hadiah ini itu tapi tak dihargai




Seseorang yang mencintaimu akan selalu berusaha membahagiakanmu. Salah satunya adalah dengan cara memberikanmu segala hal atau benda yang kamu sukai. Tapi terkadang cewek angkuh dan enggan berterima kasih, terlepas dari itu hal kecil ataupun sederhana, tapi ketika itu sudah dipersiapkan untukmu, maka hargailah. Ketika semua yang diberikan untukmu tidak pernah kamu hargai, maka sudah saatnya cowok berhenti memperjuangkanmu.

3. Antar jemput sana-sini tapi tak dianggap


Cinta itu memang unik, bisa membodohkan, menyedihkan tapi sekaligus membahagiakan. Satu hal yang mungkin terkesan “pembodohan” adalah ketika si cowok bersedia jadi tukang ojek gratisan hanya karena ingin memperjuangkan cintanya. Jika si cewek adalah pacar, mungkin sah-sah aja. Tapi bagaimana jika si cewek masih “gebetan”? Come on girls, jika kamu sama sekali tidak menyukainya, lebih baik jangan menjadikannya tukang ojek gratisan. Ketika cowok bersedia itu artinya dia berharap, tapi ketika semua yang dia lakukan hanya akan sia-sia, maka dia tidak akan berpikir panjang untuk berhenti.


Untukmu para pejuang cinta, berjuanglah jika kamu memang mencintainya, tapi jangan ragu untuk berhenti berjuang ketika cintamu bertepuk sebelah tangan. Ada hal-hal yang memang tidak bisa dipaksakan, salah satunya adalah CINTA.

Untukmu yang sedang diperjuangkan, hargailah seseorang yang sedang berjuang untuk cintamu. Jika memang tidak ada cinta untuknya, jangan pernah memberikan sedikitpun harapan. Karena akan sangat mengecekawan ketika menyadari bahwa semuanya adalah sia-sia.
www.ayeey.com www.resepkuekeringku.com www.desainrumahnya.com www.yayasanbabysitterku.com www.luvne.com www.cicicookies.com www.tipscantiknya.com www.mbepp.com www.kumpulanrumusnya.com www.trikcantik.net